Tes minat bakat merupakan program yang dilakukan oleh divisi psikososial. Tes minat bakat berupa tes psikologis ini diperuntukkan bagi anak berusia 10-12 tahun. Gambaran yang dihasilkan dari tes minat bakat ini adalah gambaran kapasitas inteligensi, gambaran kepribadian, gambaran minat, dan gaya belajar. Dengan adanya tes ini, pelaku rawat diharapkan dapat mendukung serta memfasilitiasi anak.

Hasil dari tes ini juga memberikan rekomendasi dan saran untuk pendekatan belajar, penajaman keterampilan/kompetensi, pendidikan yang sesuai, pendekatan dalam memotivasi anak, program pengembangan diri bagi anak, serta saran terhadap keluarga dan pelaku rawat anak.

Selain itu, hasil dari tes ini juga dipakai dalam rangka melakukan pendekatan kepada anak-anak yang mengikuti program persiapan pembukaan status sehingga memudahkan dalam proses persiapan itu sendiri. Tes minat bakat ini diadministrasikan oleh partner LAP yaitu Ad Familia Indonesia.

Program dukung anak dilakukan rutin sebulan sekali. Dalam program ini, anak berusia 10-12 tahun dipersiapkan untuk memasuki tahap pembukaan status. Program ini dilakukan oleh divisi psikososial. Selain dilakukan dalam pertemuan tatap muka untuk pembahasan penugasan melalui modul kerja anak, program dukung anak juga dilakukan melalui ‘Kotak Surat Rahasia’ yang merupakan media komunikasi dua arah antara anak dan divisi psikososial. Setiap anak akan mendapat ‘surat rahasia’ yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar diri anak yang akan diantarkan oleh manajer kasus 2 minggu sekali, dan anak akan menjawab surat rahasia dengan cara memasukkan jawabannya ke dalam kotak rahasia.

Dengan demikian, anak tidak perlu merasa malu atau enggan dan bisa lebih bebas untuk bercerita atau menuangkan isi hatinya dibandingkan dengan bercerita langsung. Untuk memotivasi anak mengerjakan tugas mereka, dibuat sistem ‘stiker’ yang akan terus dikumpulkan sesuai dengan kemampuan mereka menyelesaikan tugas-tugas tersebut, juga melalui penilaian keaktifan mereka dalam kegiatan-kegiatan LAP lainnya. Stiker yang sudah dikumpulkan bisa ditukarkan dengan beberapa reward yang sederhana sampai yang besar seperti jalan-jalan ke tempat yang mereka sukai. Hasil dari penugasan modul kerja serta surat rahasia akan dievaluasi kemudian untuk menilai kesiapan anak untuk memasuki program pembukaan status bersama pelaku rawat.

Dilakukan rutin sebulan sekali. 12 orang aktif mengikuti pertemuan dukungan sebaya ini dan dilatih untuk pada akhirnya menjadi pendidik sebaya bagi orangtua dan pelaku rawat lainnya. Dalam pertemuan-pertemuan ini diberikan juga informasi tentang perawatan anak serta isu kesehatan anak HIV.

Selain itu program pemberdayaan anggota KDS juga sudah dimulai lewat program asistensi manajemen kasus. Tahun 2013 sudah ada 2 orang anggota KDS yang diangkat menjadi asisten manajer kasus dan aktif melakukan kunjungan rumah maupun rumah sakit dan melakukan pelaporan.

Pos hati ke hati adalah sebuah program konseling yang dilakukan oleh divisi psikososial. Tujuan dibuatnya program ini adalah untuk menyediakan wadah bagi pelaku rawat maupun anak untuk menuangkan apa yang menjadi permasalahan bagi kehidupan mereka sehari-hari. Pos hati ke hati ini tidak dilakukan hanya ketika ada keluhan tetapi justru dijadwalkan agar dapat menggali isu-isu yang ada dalam kehidupan keluarga sehingga bila memang memiliki potensi untuk menjadi masalah bisa secara dini ditanggulangi.

Konseling ini dilakukan oleh tenaga ahli yang memang memiliki ijin untuk melakukan konseling. Pos hati ke hati dilakukan rutin setiap bulan bersamaan dengan penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan dan di setiap hari Rabu sekali dalam sebulan untuk kasus-kasus khusus.